Probolinggo – Kerusakan jalan akibat aktivitas tambang kembali menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Probolinggo.
Ketua Komisi 3 DPRD, Mochammad Alfatih atau yang akrab disapa Gus Fatih, menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang rusak parah akibat sering dilalui kendaraan tambang bertonase tinggi.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi tambang milik CV Industri Benta, Gus Fatih menerima berbagai keluhan dari masyarakat setempat.
Warga mengeluhkan jalan yang berlubang, berdebu, hingga membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat musim hujan.
"Ini jadi masalah serius. Jalan kabupaten tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan tambang setiap hari," ungkap Gus Fatih kepada PortalProbolinggo.com, Kamis (22/5).
Menanggapi persoalan tersebut, Gus Fatih mengusulkan solusi awal berupa pemasangan portal pembatas kendaraan berat di sejumlah titik strategis.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mengontrol tonase kendaraan yang melintas agar tetap sesuai dengan kapasitas jalan daerah.
"Kami tidak anti-investasi, tapi kegiatan usaha harus tetap memperhatikan infrastruktur dan kepentingan publik," tegasnya.
Usulan ini diharapkan bisa menjadi langkah konkret sambil menunggu adanya regulasi yang lebih tegas terkait aktivitas tambang dan kontribusinya terhadap pemeliharaan infrastruktur.
Gus Fatih juga menekankan pentingnya dialog antara pemerintah daerah, pengusaha tambang, dan masyarakat agar tercipta solusi yang berkeadilan tanpa mengorbankan satu pihak.